Translate The web

11/29/2012

Limit Bandwidth dengan Netlimiter

Mas, lelet banget nich internetnya.....!!
Bang lag terus nich PB nya......!!
Mungkin sebagai seorang OP warnet anda sering menghadapi hal semacam itu, bagaimana tidak bandwidth sebesar apapun yang di berikan provider jika tidak di bagi rata ke semua komputer klien pasti akan terjadi tarik menarik bandwidth, apalagi ada klien yang menggunakan aplikasi downloader seperti IDM otomatis bandwidth akan habis di ambil oleh aplikasi tersebut.

Di sini saya akan mencoba berbagi pengalaman mengatur, membagi bandwidth ke semua komputer secara adil agar tidak terjadi tarik menarik bandwidth, Netlimiter merupakan aplikasi yang cukup mampu untuk membatasi bandwidth dari tiap komputer.

Kelebihan :
  • Interface yang mudah di pahami,
  • Bekerja di belakang layar tanpa di ketahui oleh klien,
  • Pengaturan yang lengkap untuk membagi bandwidth internet, LAN, bahkan akses system CPU

Kekurangan :
  • Harus install di setiap komputer klien.


Download Netlimiter 2 Pro

Apa itu Deja vu ?



Deja vu, yang asal katanya diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu waktu, beberapa di antara kita tentu pernah mengalami hal ini. Apa sih sebenarnya Deja vu ini? Mari kita telusuri bersama.

Menurut para pakar, setidaknya 100% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, sudut pandang saat melihat sesuatu, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.
Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Apakah anda pernah mengalami situasi di mana secara sadar anda mengenal betul situasi itu yang menurut anda telah anda lalui sebelumnya? Apakah anda pernah mengalami suatu situasi di mana anda bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan kemudian hal itu benar-benar terjadi seperti yang anda rasakan telah anda lalui sebelumnya? Jika anda pernah mengalami hal-hal tersebut, itulah yang dinamakan Deja vu. Apakah Deja vu itu? Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.



Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.

Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.

Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia, di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu. Memang benar, Deja vu memiliki sifat-sifat misterius.

Halusinasi, Tanda dan gejala


Halusinasi adalah persepsi tentang lingkungan tanpa stimulus yang nyata, artinya kita menginterprestasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus/rangsangan dari luar (eksternal). Halusinasi dapat terjadi pada penyakit gangguan fungsi otak.

Macam-macam Halusinasi
  • Halusinasi Pendengaran - Klien mendengar suara dan bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata dan orang lain tidak mendengarnya
  • Halusinasi Penglihatan - Klien melihat gambaran yang jelas atau samar-samar tanpa stimulus yang nyata dan orang lain tidak melihatnya
  • Halusinasi Penghidu - Klien mencium bau yang muncul dari sumber tertentu tanpa stimulus yang nyata tanpa orang lain mengetahuinya
  • Halusinasi Perabaan - Klien merasakan sesuatu pada kulitnya tanpa stimulus yang nyata.

Tanda dan gejala halusinasi
  • Bicara, senyum dan tertawa sendiri
  • Menarik diri dan menghindar dari orang lain
  • Tidak dapat membedakan nyata dan tidak nyata
  • Tidak dapat memusatkan perhatian konsentrasi.
  • Curiga, permusuhan, merusak (diri sendiri), orang lain, lingkungan , takut.
  • Ekspresi Muka: tegang, mudah tersinggung.
  • Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, menghidu, dan merasakan sesuatu yang tidak nyata.
  • Merusak diri sendiri/orang lain/lingkungan
  • Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal
  • Sulit membuat keputusan
  • Tidak mau melakukan asuhan mandiri : mandi, sikat gigi, ganti pakaian, berhias yang rapi.
  • Mudah tersinggung, jengkelan, marah
  • Muka merah, kadang pucat
  • Tekanan drah meningkat, napas terengah-engah, nadi cepat dan berkeringat.

Tahap-tahap Halusinasi
Fase halusinasi melalui empat fase (Harber, Dkk, hal : 607-608)
  1. Fase Pertama (Konforting) - Individu mengalami stress, rasa terpisah, melamun, kesepian, memfokuskan pikiran terhadap hal-hal yang menyenangkan untuk menghilangkan kecamasan atau stress sementara intensitas persepsi meningkat namun individu masih dapat mengontrol kesadaran pikirannya.
  2. Fase kedua (Comdenmin) - Kecemasan meningkat, berhubungan dengan pengalaman internal dan eksternal individu berada tingkat “listening” pada halusinasi pemikiran internal lebih mengontrol halusinasi dapat berupa bisikan yang kurang jelas dan klien takut orang lain mendengar/mengetahuinya dan klien kurang mampu mengontrolnya. Klien membuat jarak antara dirinya dan halusinasi dengan memproyeksikan seolah-olah halusinasi datang dari orang lain/tempat lain.
  3. Fase ketga (Controlling) - Halusinasi lebih menonjol dan menguasai individu, individu menjadi terbiasa dan kurang berdaya pada halusinasinya, halusinasi memberikan kesenangan dan rasa aman.
  4. Fase Keempat (Conquering) - Individu terpaku dan kurang berdaya untuk melepaskan diri dari kontrol halusinasinya. Halusinasi menjadi mengancam, memerintah, memarahi. Individu kurang dapat berhubungan dengan orang lain karena sibuk dengan halusinasinya. Individu mungkin dalam dunia yang menakutkan dalam waktu singkat, beberapa jam atau selamanya.

Tampilan Pirate (Bajak Laut) pada Facebook

Melanjutkan Trik Pada Halaman Facebook yang sebelumnya, kali ini saya ingin berbagi bagaimana rasanya jadi seorang bajak laut dengan menggunakan bahasa-bahasa dari para baja laut di Facebook kita.

Tampilan Pirate (Bajak Laut)  pada Facebook
Klik “Setting” kemudian klik tab “Language” dan pada drop down menu rubahlah tampilan bahasa ke “English (Pirate)”  dan jreeng… kini Facebook anda berubah menjadi bernuansa bajak laut, bahasa dan kata-kata yang digunakan khas seperti yang digunakan para Bajak laut di Film Pirate of The Carribean, mulai dari Dock, Mayday!, Bottle o’ Message sampai pada Abandon Ship alias Log Out, Lumayan Lucu.



















Trik lainnya :

Trick Huruf Terbalik Facebook

Tak bisa dipungkiri, setelah sekian lama anda fesbukan di Laptop dan setiap hari pula mengakses Facebook, timbul kebosanan alias jenuh apalagi melihat tampilan Facebook yang itu-itu juga dari hari ke hari, balutan warna biru plus putih.

Dalam Postingan kali ini saya ingin mencoba berbagi beberapa tips agar kita tidak bosan dengan tampilan Facebook yang selalu seperti itu.
   
Trick Huruf Terbalik
Ingin sedikit lebih beda dari facebook anda, lihatlah tampilan huruf-huruf terbalik, caranya klik “Setting” pilih tab “Language” kemudian pilihlah bahasa “English (Upside Down)”




















Trik lainnya :